6.9.11

dilema online shop

Sejak bertahun-tahun yang lalu, online shop mulai menjamur, hingga kini. Bedanya, ada online shop yang sukses dan ada yang tutup. Mungkin karena kesibukan si empunya, manajemen waktu dan uang atau lebih memilih pekerjaan utama yang dimiliki si empunya. Sayapun akan memiliki online shop (dalam waktu dekat). Amin.
Yang saya sesalkan pada beberapa online shop, baik yang sudah memiliki domain sendiri maupun masih gratisan, pendekatan yang kurang baik pada calon pembeli. Misalkan, memberikan penjelasan tata cara membeli dengan huruf CAPSLOCK dan bold. Hmm, kadang-kadang saya membutuhkan beberapa barang yang dimiliki olshop tersebut. Sayangnya, ketika membaca tata cara tersebut, saya meragukan kembali perkembangan barang pesanan saya, jikalau barang tersebut belum sampai. Belum beli saja sudah dimarahi, apalagi nanti kalau saya protes barang saya belum datang. Phew!
Sejauh saya berjualan via bbm, saya berusaha untuk mengecek kepada pembeli, apakah barang kiriman sudah diterima atau belum. Sayapun mengerti sekali, terkadang berjualan via olshop adalah pekerjaan sampingan, yang ternyata sangat menguras waktu, energi dan konsentrasi. Bayangkan saja, setelah pulang kerja, masih harus update barang dagangan, barang pesanan, cek pembayaran, packing dan sebagainya. Melelahkan bukan?
Begitulah dilema berjualan sebagai sampingan.
Disini saya bercerita sebagai pembeli olshop. Terkadang niat membeli sudah dikacaukan dengan huruf-huruf yang sangat tidak enak dibaca. Penuh tanda seru dan lagi-lagi, CAPSLOCK berikut bold. Ah, padahal saya mau barang ituu.. :-(
Diberdayakan oleh Blogger.

© :: Hello, Beauties! ::, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena